Berita Terkini :
Showing posts with label BANYUASIN. Show all posts
Showing posts with label BANYUASIN. Show all posts

12 Jabatan CPNS Kabupaten Banyuasin Tak Ada Pelamar

12 Jabatan CPNS Kabupaten Banyuasin Tak Ada Pelamar
PALKOMINFO, PANGKALANBALAI - Sebanyak 12 jabatan formasi CPNS Kabupaten Banyuasin tidak ada pelamarnya. Ke-12 jabatan yang kosong pelamar tersebut yakni delapan jabatan dokter spesialis dan empat jabatan guru SMK.

Hal tersebut terungkap dalam rapat persiapan pelaksanaan tes yang dipimpin Asisten III Hazairin Zaini dengan dihadiri Kepala BKD Meldi Sartono dan unsur Muspida di ruang rapat bupati, Rabu (5/9/2012).

Meldi Sartono mengatakan, ke-12 jabatan kosong ini akan diusulkan ke BKN pusat untuk dijadikan menjadi jabatan dokter umum dan guru SMK lainnya dengan jumlah jabatan masih tetap 108 jabatan. "Tetapi ini baru sebatas usulan, apakah nantinya disetujui atau tidak masih belum dapat kita pastikan," tegasnya.

Sedangkan jumlah peserta yang berhak mengikuti tes sebanyak 3.133 peserta. Sedangkan untuk lokasi berada di 15 lokasi, yakni Gedung Graha Sedulang Setudung, auditorium Pemkab Banyuasin,SMAN 1 Banyuasin 3, SMA Plus Negeri 2 Banyuasin 3, SMPN 1 Banyuasin 3, SMPN 2 Banyuasin 3, SDN 1, SDN 5, SDN 14, SDN 28, SDN 13, SDN 40, SDN 41, SDN 15 dan SDN 21.

"Tes akan dilakukan Sabtu (8/9/2012) pukul 08.00, peserta yang terlambat diberi waktu toleransi sekitar 15 menit dengan waktu tidak diperpanjang," tegasnya.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Soegeng Haryadi

Penumpang Mobil Profit Meninggal Dalam Perjalanan

Penumpang Mobil Profit Meninggal Dalam Perjalanan
PALKOMINFO, PANGKALANBALAI - Seorang penumpang mobil profit pick up L300 milik PT Suka Fajar Ltd Jakarta yang diketahui bernama Jasman (53), warga Jl Halmahera No 37 RT 21 Kel KB Handil Kota Jambi, Jumat (31/8/2012) ditemukan tewas.

Diduga korban meninggal dunia karena serangan jantung karena pada tubuhnya tidak ditemui bekas kekerasan.

Meninggalnya Jasman tersebut berdasarkanlaporan dari sopir mobil profit bernama Sadikin, (49) warga Jl Raden Saleh Padang Sumbar kepada petugas Satlantas di Pos Km 42.

Sadikin kepada Sripoku.com menjelaskan, korban ikut mobilnya dari rumah makan Tol Km 68 Serang dengan tujuan ke Pekanbaru, Riau. Mobil yang dikemudikannya konvoi dengan dua mobil colt diesel profit milik perusahaan yang sama dengan tujuan Pekanbaru.

"Kami sempat istirahat minum teh di RM Seraso Jaya di Kayuarakuning Banyuasin," katanya.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan melintasi Jalan Lingkar Pemkab Banyuasin. Pada saat berada di pintu gerbang Km 52, sekitar 50 meter dari gerbang, korban pingsan dengan kondisi kejang.

"Sambil memegang tangan dia, saya ngebut memacu pacu mobil ke arah Betung dengan maksud mencari rumah sakit terdekat. Di Betung saya bawa ke rumah dokter praktek bernama dr Feri dan dirujuk ke Puskesmas. Karena kondisinya kritis dia dirujuk lagi ke RSUD," katanya.

Dokter piket RSUD Banyuasin, Dr Restu mengatakan pada saat dibawa ke RSUD korban sudah meninggal. "Saat diperiksa sudah meninggal, pupil midriasis total, reflek cahaya negatif, carotis tidak teraba, bunyi jantung negatif," katanya.

Dari kasat mata korban meninggalkan karena serangan jantung. "Tetapi jika mau tahu lebih jelas penyebabnya harus dilakukan otopsi. Yang pasti pada saat tiba di RSUD sudah meninggal," jelasnya.

Kanit PPA Ipda Adi Ahyat menyebutkan, korban meninggal karena jantung dan ditubuh korban tidak ditemui tanda-tanda kekerasan. "Tapi untuk sementara sopir masih kita lakukan pemeriksaan termasuk para saksi," tandasnya.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Soegeng Haryadi

Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai HUT Banyuasin

Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai HUT Banyuasin
Warga Ikuti Jalan Santai HUT Banyuasin
PANGKALANBALAI - Ribuan masyarakat umum, PNS, TNI, dan Polri mengikuti jalan santai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Banyuasin ke-10 dan HUT ke-66 Bhayangkara, Jumat (29/6/2012).

Jalan santai dilepas Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed mengambil start di halaman kantor bupati Banyuasin.

Hadir dalam kegiatan ini Wabup Rachman Hasan, Kapolres AKBP Agus Setiyawan, Sekda Firmansyah, wakapolres Kompol Basani R Sagala, unsur pimpinan DPRD dan para kepala SKPD.

Jalan santai ini menempuh rute dari halaman Pemkab Banyuasin, masuk jalan lingkar, masuk jalan simpang Lubuk Saung, Jalan Merdeka, masuk jalan rumah dinas bupati dan kembali ke halaman kantor bupati.

"Dalam jalan santai ini disediakan hadiah sepeda motor, kulkas, tv dan berbagai hadiah hiburan lainnya," kata Kabag Humas dan Protokol Johan Marta Utama.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Sudarwan

Pohon "Menangis" Berhenti "Menangis"

SEKAYU- Inilah adalah Pohon Penangis yang dihebohkan masyarakat Desa 108 kecamatan Sungaililin (Muba). Konon sejak beberapa waktu lalu, pohon ini mengeluarkan air pasca penebangan pohon yang ada di sebelahnya.

Hal tersebut lantas menjadi perhatian warga setempat dan warga yang kebetulan lewat ditempat tersebut. Pohon itu mulai mengeluarkan tetesan air setelah pohon yang berada di sebelahnya ditebang.

Sripoku.com, Rabu (2/5/2012) yang melihat kondisi terkini pohon tersebut. Saat ini pohon tersebut kini dibungkus kain dan sudah tidak mengeluarkan air lagi.

Keberadaan pohon ini menjadi kontroversi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bagi masyarakat desa setempat, kejadian itu fenomenal dan alami. Namun bagi pengamat pertanian kejadian itu normal karena pohon yang ditebang melakukan adaptasi dengan menyemburkan air di pohon tersebut.

Kini pohon tersebut tidak mengeluarkan air lagi.

Penulis : Husin
Editor : Soegeng Haryadi

Sungsang Diterjang Puting Beliung, 1 Tewas

ilustrasi by google
BANYUASIN - Angin puting beliung, Minggu (24/6/2012), sekitar pukul 14.30 menghantam Desa Sungsang 3 Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Kencangnya angin tersebut membuat beberapa rumah warga yang rata-rata berada di bibir sungai rusak ringan, bahkan satu di antaranya roboh yakni bangunan gudang kepiting milik H Nasrun yang terletak di Lorong Teladan Desa Sungsang 3 kecamatan Banyuasin II Banyuasin.

Robohnya bangunan ini mengakibatkan satu orang warga yang tengah berada di dekat gudang tersebut tewas.

Warga yang tewas ini bernama Sadali (57) warga Desa Kebang, Kecamatan Kebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang tertimpa runtuhan kayu di bagian dada sebelah kiri.

"Informasi dari warga angin puting beliung ini menghantam Sungsang 3 ini sekitar pukul 14.30," kata Sukardi anggota DPRD Banyuasin yang dihubungi Sripoku.com.

Kades Sungsang 3, Amir, mengakui jika Desa yang dipimpinnya tersebut dilanda angin kencang yang diduga angin puting beliung.

"Anginnya datang secara tiba-tiba dan cukup kencang sekali, warga sebagian besar keluar rumah untuk menghindari tertimpa bangunan," katanya.

Kondisi angin ini memang intensitasnya mulai tinggi dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan akibat memasuki musim kemarau ini.

"Dalam beberapa minggu ini memang intensitas angin cukup sering, tetapi yang cukup kencang baru hari ini dan membuat rumah warga roboh," katanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiyawan SIK melalui Iptu Helmi Ardiansyah membenarkan peristiwa tersebut.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Sudarwan

Rusak Mobil Anggota Shabara saat pesta sabu-sabu

PANGKALANBALAI - Andi Ronges (28), pelaku utama perusakan mobil dinas sosial Kabupaten Banyuasin jenis Xenia nopol BG 1110 MI yang dipakai Briptu M Iwan Setiawan (27), anggota Satuan Sabhara Polda Sumsel yang tak lain anak kandung dari sekretaris dinas sosial Gunawan Gozalie, dibekuk polisi, Sabtu (23/6/2012) malam.

Andi yang merupakan petugas keamanan PT Agro Palindo Saksi (APS) dan tinggal di RT 05 RW 07 Desa Lubuklancang, Kecamatan Suaktapeh, Banyuasin ini dibekuk saat pesta sabu-sabu dengan wanita teman kencannya di salah satu rumah temannya di kawasan Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Andi Ronges di hadapan petugas mengakui perbuatannya.

Menurut dia aksi perusakan dilakukan karena kesal melihat tingkah Briptu M Iwan yang sok jagoan melarang dirinya dan warga lainnya untuk joget triping dalam acara pesta perkawinan.

"Dio sombong nian. Kito nak triping idak boleh dan nantang jugo. Padahal setiap kawinan triping house music sudah biaso," katanya.

Menurut Andi, ia sakit hati karena ditantang. Karena tidak mau membuat keributan di pesta itu akhirnya menunggu Briptu Iwan ini pulang.

"Ketika dia pulang bersama dengan temannya, mobilnya kita kejar dan diteriaki maling. Pada saat mobil berhenti inilah saya lempar dengan batu konblok dan diikuti teman yang lain yang memukul kaca, bodi hingga melepaskan ban. Sedangkan Briptu M Iwan langsung lari," katanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiyawan SIK membenarkan penangkapan Andi Ronges tersangka perusakan mobil Xenia milik anggota Sabhara Polda Sumsel sesuai dengan LP/B/197/VI/2012/Sum-Sel/Res Banyuasin tertanggal 11 Juni 2012 dan saat ini sudah diamankan di sel Tahanan Mapolres Banyuasin.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Sudarwan

Dermaga Penyeberangan Tanjunglago Ditutup

PANGKALANBALAI - Dermaga penyeberangan ilegal yang ada di Desa Mekarsari, Kecamatan Tanjunglago, Kabupaten Banyuasin akhirnya ditutup.

Para penyedia jasa ketek yang biasa mangkal di dermaga itu digabungkan dengan dermaga milik desa.

Penutupan dermaga ini dilakukan setelah adanya kesepakatan antara dua belah pihak pengelola dermaga yang mediasinya digelar di kediaman Kepala Desa Srimenanti, Kamis (21/6/2012).

Acara ini dihadiri oleh kades, BPD, Satpol PP Banyuasin, Pemerintah Kecamatan Tanjung Lago, dan masyarakat dua kubu.

Meski rapat berlangsung alot dan berbau emosi, namun kedua kubu akhirnya menyetujui penutupan dermaga ilegal tersebut. Dan jika melanggar akan ada sanksi yang diberikan.

Kades Srimenanti, Jaya Harti, menjelaskan, dermaga desa yang selama ini menjadi lokasi penyeberangan sungai telah dikelola oleh desa sejak tahun 2001.

Bahkan, pengelolaan dermaga ini tersurat dalam peraturan desa. Dan itu artinya tiga shift antrean ketek yang beranggotakan 69 orang tersebut telah memberikan kontribusi kepada desa per tahunnya Rp 150.000.

"Tapi sejak dermaga ilegal tersebut berdiri, penumpang yang menyeberang dari dermaga desa ini berkurang drastis. Mereka memilih menyeberang di dermaga baru itu. Otomatis masyarakat kami yang tukang ketek ini protes dan mendesak agar kades menutupnya. Tentunya saya tidak bisa serta merta menutup, makanya harus dirapatkan terlebih dahulu," ungkapnya.

Ditambahkan Lasim, salah seorang tukang ketek Desa Sri Menanti, semenjak keberadaan dermaga ilegal ini, pendapatan dari menyeberangkan penumpang ke Jalur 8 Desa Telang Karya Kecamatan Muara Telang ini berkurang drastis.

"Kami akan sangat terbuka jika kelompok Awit bergabung dalam desa kami ini. Kalau mereka membuat dermaga baru sama saja mematikan usaha warga disini. Ya lebih baik ditutup saja dan jangan ada lagi yang menaik-menurunkan penumpang di sana. Di sana ilegal dan sudah seharusnya ditutup," ujarnya.

Selain itu, setiap tahunnya ketek-ketek ini memberikan retribusi kepada desa, per tahunnya Rp 150.000.

Jika dermaga ilegal ini tetap beroperasi yang dikhawatirkan pendapatan berkurang dan akan berimbas pada Pendapatan Asli Desa (APBDes).

"Kami tidak berkeberatan sama sekali untuk menutup dermaga kami ini. Tetapi, jangan meminta kami untuk membongkar jembatan, karena di situ tempat kami mandi. Pun untuk bergabung dengan dermaga desa kami juga setuju, termasuk untuk masuk dalam shift operasional. Ini sudah sejak lama kami sampaikan. Tetapi bagaimana jika ada penumpang yang memaksa untuk diseberangkan. Apa kami harus menolak," tegas Awit, koordinator dermaga ilegal.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Sudarwan

Enam Karyawan PTPN VII Buat Perjanjian

PANGKALANBALAI - Sebanyak enam karyawan PTPN VII Unit Usaha Betung Krawo (Beka) tidak ditahan. Tetapi kepada mereka dikenakan perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika melakukan kesalahan lagi, maka akan dipecat dari posisi karyawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sripoku.com, enam karyawan tersebut diduga terlibat dalam upaya membantu pencurian karet yang dilakukan oleh tiga tersangka yakni Hendra Wijaya dan istrinya Diana Sari serta Suhaimi, warga Kelurahan Betung, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Mereka dibekuk polisi di Polsek Pulaurimau.

"Mereka hanya membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya," kata Anton Amri, penyidik Satreskrim Polres Banyuasin, Jum'at (22/6/2012).

Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku pernah membantu aksi pencurian namun pada tahun 2009 lalu. "Namun untuk pencurian kali ini tidak terbukti," katanya.

Seperti diketahui, ketiga orang yang dimaksud tertangkap tangan saat melakukan pencurian tandan buah sawit di perkebunan PTPN VII Unit Usaha Beka. Dari tangan ketiga tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti satu unit dum truk warna merah nopol BG 8157 JB, alat sodok dan 46 tandan buah sawit (TBS).

Aksi pencurian ini terbongkar Rabu (20/6/2012) sekitar pukul 18.30 oleh petugas sekuriti PTPN VII bernama Rahmadi yang tengah patroli. Didapati ketiga tersangka tengah memanen buah sawit di blok 15 dan Blok 55 Afdeling 9.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Soegeng Haryadi