Berita Terkini :
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Tabrak 7 Orang,Model Berbikini Dengar Bisikan Gaib

Tabrak 7 Orang,Model Berbikini Dengar Bisikan Gaib
PALKOMINFO, Jakarta - Novi Amilia, seorang model yang menabrak 7 orang mengaku mendengar bisikan-bisikan di dalam mobil. "Dia katanya mendengar bisikan-bisikan makanya ia membuka baju," kata Kepala Unit Narkoba Kepolisian Sektor Tamansari Ajun Komisaris Khoiri, Jumat, 12 Oktober 2012. 

Bisikan itulah, menurut Khoiri, yang membuat perempuan berusia 25 tahun ini membuka bajunya. Dihadapan polisi yang memintainya keterangan, Jumat pagi, Novi menceritakan dia disuruh untuk membuka baju karena dia akan mati sehingga harus mandi atau dibersihkan. 

Khoiri mengatakan imajinasi tadi merupakan pengaruh dari minuman keras dan obat terlarang. Hal ini diperkuat oleh hasil lab Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Badan Narkotika Nasional. 

Pada Kamis petang, sekitar pukul 17.30 WIB, Novi mengendarai Honda Jazz merah berpelat B 1864 POP dari Jalan Suryopranoto menuju Ketapang. Dia menabrak penjual siomay dan kopi keliling serta seorang polisi yang mencoba menolong kedua korban.

Bukannya berhenti, Novi malah kabur ke arah Olimo lalu berputar balik ke Jalan Hayam Wuruk. Dia lalu menabrak dua pengendara motor, seorang anggota unit Sabhara Kepolisian, dan dua mikrolet. Satu penumpang mikrolet terluka terkena pecahan kaca. Belakangan, diketahui Novi berkendara dalam pengaruh minuman keras dan ekstasi. "Dia minum Chivas (merek wiski) dan ekstasi," ujar juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda, Jumat, 12 Oktober 2012. Hasil pemeriksaan urin yang dilakukan di Rumah Sakit Husada memastikan bahwa Novi sudah mengkonsumsi minuman keras dan ekstasi. 

 SYAILENDRA

Program E-KTP Tak Kelar, Gamawan Mundur Bulan Depan?

 Program E-KTP Tak Kelar, Gamawan Mundur Bulan Depan?

BATAM, PALKOMINFO — Bulan Oktober 2012 menjadi bulan pertaruhan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Sebab, mantan Gubernur Sumatera Barat itu kerap menyatakan siap mundur jika program e-KTP tidak tuntas 31 Oktober 2012.

 Di Batam, Gamawan pernah menyatakan kesiapan mundur jika program itu tidak tuntas. Gamawan menyatakannya saat meninjau perekaman perdana e-KTP di Batam, 1 Juni 2012.

Gamawan berambisi program itu merekam data 172 juta penduduk. Tahun lalu Kementerian Dalam Negeri merekam data 45 juta orang dari 67 juta orang wajib e-KTP di 197 kabupaten/kota. Sisa 22 juta orang direkam tahun ini.

Selain sisa tahun lalu, tahun ini program tersebut digelar di 300 kabupaten/kota dengan target 150 juta wajib e-KTP. Total keseluruhannya mencapai 172 juta orang wajib e-KTP. Perekaman tahun ini awalnya direncanakan dimulai bertahap sejak Februari 2012. Namun, beberapa daerah terlambat memulai. Alasan utamanya peralatan perekam tidak kunjung datang. Akibatnya, daerah pontang-panting menyelesaikan target menjelang tenggat.

Pemerintah Kota Batam, misalnya, harus menuntaskan perekaman data 333.317 penduduk dalam 18 hari ke depan. Padahal, Batam butuh 132 hari untuk merekam data 374.113 penduduknya. Akankah perekaman tuntas pada 31 Oktober? Jika tidak tuntas, akankah Gamawan memenuhi janji mengundurkan diri?

Editor :Robert Adhi Ksp

Pengemudi Jazz Berbikini Itu Belum Dijenguk Keluarganya

Pengemudi Jazz Berbikini Itu Belum Dijenguk Keluarganya
JAKARTA, PALKOMINFO — Novie Amelia (25), pengemudi mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1864 POP yang menabrak tujuh orang pengguna jalan, hingga Jumat (12/10/2012) siang belum dijenguk keluarganya. Model bertubuh seksi yang hanya mengenakan BH dan celana dalam saat mengendarai mobilnya itu diketahui tinggal seorang diri di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. "Belum ada keluarganya yang datang atau memberikan keterangan. Dia punya kartu keluarga, tapi namanya cuma sendiri," kata Ajun Komisaris Rahmat Dahlizar, Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Barat, di Tamansari kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2012). Rahmat mengatakan, saat ini Novie Amelia belum bisa dimintai keterangan. Dia hanya diam dan tidak berbicara sehingga pihak kepolisian belum bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut. Untuk saat ini, kata Rahmat, polisi hanya bisa mengumpulkan informasi dari KTP pengemudi Jazz tersebut. Tidak ada keterangan tambahan lain yang didapat dari model yang beberapa kali tampil di majalah untuk konsumsi orang dewasa tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan muda yang diduga stres dan dalam pengaruh minuman beralkohol menabrak beberapa pengguna jalan di sepanjang Jalan Gajah Mada dekat Ketapang sampai Olimo, Kamis (11/10/2012) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi mengalami luka-luka ringan. Seorang polisi sempat ingin menghentikan mobil Jazz merah yang menabrak pengguna jalan tersebut, tetapi dia malah ditabrak dan sempat tertabrak. Sekitar tujuh orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Tadi malam, pengemudi yang berinisial NA (Novie Amelia) itu dibawa ke Rumah Sakit Husada Jakarta untuk menjalani tes urine dan tes darah. Kemudian, dia sempat dipindahkan ke Laka lantas Mapolrestro Jakarta Barat. Namun, karena di tempat tersebut tidak ada polwan dan NA terus berteriak, dia dipindahkan kembali ke Mapolsektro Tamansari.

 Editor :Hertanto Soebijoto

Tahun Ajaran 2013-2014, Bahasa Inggris Dihapus dari Kurikulum SD

Tahun Ajaran 2013-2014, Bahasa Inggris Dihapus dari Kurikulum SD
PALKOMINFO, JAKARTA - Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa Sekolah Dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD untuk memberi waktu kepada para siswa memperkuat kemampuan Bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing. "SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris, karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris, kalau bahasa kasarnya itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak," kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012). Ia menegaskan bahwa aturan ini harus diikuti oleh semua sekolah. Namun jika ada sekolah yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan maka itu merupakan persoalan lain dan akan dipertimbangkan lagi. "Sekolah harus ikuti ini, kalau dijadikan tambahan itu persoalan lain. Tapi untuk sekolah negeri jelas tidak boleh," ujar Musliar. Kemudian untuk sekolah internasional yang umumnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, pihaknya belum melakukan kajian mendalam. Namun kurikulum baru ini tetap akan dirumuskan dan untuk sekolah internasional akan diatur belakangan. "Kurikulum tetap kami buat tapi untuk internasional akan kita atur belakangan. Yang jelas mereka harus ikuti ketentuan kurikulum kita. Nggak boleh lepas," tandasnya. Seperti diketahui, kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi. 

Editor : Sudarwan 
Sumber : Kompas.com

Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM

Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM
PALKOMINFO, JAKARTA - Satu dari 20 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditarik kembali ke Kepolisian diketahui tengah menangani kasus dugaan korupsi proyek ujian simulator surat izin mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas Polri.

Kepolisian menarik kembali 20 penyidiknya yang bertugas di KPK dengan alasan masa kerja para penyidik tersebut telah habis.

"Yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang ini, hanya satu yang menangani kasus simulator," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Namun dia membantah penarikan 20 penyidik oleh Polri ini terkait dengan kasus simulator SIM yang tengah disidik KPK.

Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama tengah menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Hubungan KPK dan Polri seolah menegang sejak sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung Korlantas Polri beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua jenderal Polisi sebagai tersangka, yakni mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo, dan Wakil Kepala Korlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo.

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka kasus ini, yaitu Sukotjo S Bambang dan Budi Susanto.

Adapun Didi, Budi, dan Sukotjo, juga ditetapkan Polri sebagai tersangka. Meskipun membantah ada hubungan antara penarikan 20 penyidik ini dengan kasus Korlantas yang juga ditangani KPK, Johan mengakui kalau jumlah ini adalah yang terbanyak yang pernah dikembalikan ke Polri.

"Sebelumnya ada dua, atau tiga, karena kontrak kerja mereka sudah habis, tidak diperpanjang," katanya.

Lazimnya, para penyidik Polri bertugas selama empat tahun di KPK dan dapat diperpanjang kontraknya selama empat tahun lagi.

Johan mengatakan bahwa dari 20 penyidik yang tidak diperpanjang kontraknya itu, ada yang baru setahun, dua tahun di KPK.

Editor : Sudarwan
Sumber : Kompas.com

TNI Buka Lowongan untuk Jadi Perwira

TNI Buka Lowongan untuk Jadi Perwira
PALKOMINFO, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia lulusan perguruan tinggi untuk bergabung menjadi perwira TNI, melalui Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI. Sarjana yang dibutuhkan sebanyak 128 orang, terdiri dari 109 laki-laki dan 19 perempuan.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Pusat Penerangan TNI, Selasa (28/8/2012), disebutkan, pendaftaran dibuka sampai 30 September mendatang. Materi seleksinya meliputi dokumen keadministrasian kesarjanaannya, kesamaptaan jasmani, psikologi, dan mental ideologi.

Secara rinci, persyaratan yang diperlakukan adalah sebagai berikut:  WNI, bukan prajurit TNI/Polri/PNS, usia maksimal 26 tahun (S1) dan 30 tahun (D3), belum menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama, kecuali untuk pendaftar berprofesi dokter diperbolehkan sudah menikah. Tinggi badan minimal 163 cm bagi pria dan 157 cm untuk wanita.


Editor : Sudarwan
Sumber : Kompas.com

Ditemukan, Pancuran Bekas Kerajaan Majapahit

Ditemukan, Pancuran Bekas Kerajaan Majapahit
MALANG - Arca berupa pancuran air yang terbuat dari adesit merah, yang biasa dikenal dengan nama Joloduoro, ditemukan di Dusun Baba'an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jaewa Timur. Arca ini diduga peninggalan Kerajaan Majapahit masa Raja Hayam Wuruk pada abad ke-14.

Arca tersebut kali pertama ditemukan oleh Marjoko (38), seorang buruh pencetak batu bata, di lahan yang ada di Dusun Baba'an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Arca pancuran air tersebut menyerupai arca naga, yang memiliki tinggi sekitar 50 centimeter dan lebar 20 centimeter dengan berat sekitar 15 kilogram lebih.

"Arca itu ditemukan ketika Marjoko sedang menggali tanah untuk bahan baku bata. Lokasi penemuan, jauh dari pemukiman penduduk," cerita Kepala Desa (Kades) Ngenep Suwardi saat ditemui wartawan di lokasi penemuan, Jumat (24/8/2012) siang.

Menurut Suwardi, setelah Marjoko menemukan barang tersebut, kemudian langsung dibawa ke balai desa setempat. "Setelah di kantor desa, kami langsung melapor ke Dinas Pariwisata Kabupaten Malang. Di desa kami, ini pertama kali ditemukan arca seperti ini," katanya.

Dari pengakuan Marjoko, kata Suwardi, sebelum Marjoko menemukan pancuran air tersebut, dia bermimpi didatangi perempuan berparas ayu yang ada di dalam air, meminta agar segera ditarik dari dalam air. Lokasinya tepat berada di lokasi pancuran tersebut.

"Setelah keesokan harinya dicari lokasi, ternyata ditemukan pancuran air itu," katanya.

Dari Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, penemuan arca tersebut langsung dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, dan pihak BP3 langsung meninjau lokasi. "Benar ini adalah pancuran air peninggalan masa Kerajaan Majapahir," tegas Kepala BP3 Trowulan Aris Soviani, Jumat (24/8/2012).

Menurutnya, pancuran tersebut semestinya berada di areal sumber mata air. Bukan di tempat dimana Marjoko menemukan. Aris menduga pancuran air tersebut telah dipindahkan dari tempat semula. "Kalau melihat lokasi penemuan, bukan merupakan bekas kawasan kegiatan di zaman pancuran dibuat. Itu kalau dilihat dari struktur tanah di lokasi penemuan," katanya.

Kemungkinan beber Aris, pada 5 atau 6 tahun lalu sudah ada pihak yang memindahkan arca pancuran tersebut. "Karena jarak dengan sumber air berkisar 500 meter. Joloduoro atau pancuran air itu, seharusnya berjumlah empat buah. Adapun fungsinya, sebagai aliran mata air di sumber mata air untuk menyucikan diri sebelum ritual digelar, saat Kerajaan Majapahit dulu," jelasnya.

Aris menambahkan, pancuran air tersebut sangat langka karena terbuat dari batu adesit merah. "Pancuran air yang sama juga pernah ditemukan di areal Candi Tikus. Tapi terbuat dari batu adesit hitam," katanya.

Menurut Aris, zaman duhulu, di kawasan sumber mata air, pancuran tersebut memiliki punden atau tempat untuk menggelar upacara.

"Kita akan mendalami informasi di sekitar lokasi. Kita akan teliti lebih lanjut. Karena kalau dalam sejarah, seharusnya ada empat pancuran. Siapa tahu ada di sekitar lokasi. Pancuran ini akan dibawa ke museum Trowulan," akunya.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com

Tantowi Yahya Siap Dicalonkan Jadi Gubernur Sumsel

JAKARTA - Fungsionaris Partai Golkar Tantowi Yahya menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan kembali sebagai kandidat Gubernur Sumatera Selatan. Meski pernah gagal dalam pencalonan tahun 2008 lalu, Tantowi menyatakan akan terus mencoba untuk menjadi pemimpin di daerah asalnya.

"Pilkada Sumsel? Insya Allah siap," sahut Tantowi kepada wartawan di kediaman Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Setya Novanto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2012) malam.

Ia menjelaskan, sebagaimana prosedur yang dijalani partainya selama ini, pencalonan seseorang akan didahului survei terkait tingkat keterkenalan (popularitas) dan tingkat keterpilihan (elektabilitas). Selain itu, masih diperlukan restu dari partai dan masyarakat setempat.

"Kita lihat hasil survei dulu. Kalau rakyat mendukung dan partai mendorong, kenapa tidak," tegas pria yang sempat masuk bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar.

Tantowi bersama saudaranya Helmy Yahya sebelumnya pernah masuk persaingan menuju kursi Sumsel 1 pada 2008. Namun, kedua selebriti itu gagal memenangkan pilihan warga Sumsel.

Terkait kegagalannya di Sumsel maupun di Jakarta, Tantowi menyatakan tidak akan jera dan tetap siap bersaing dalam kontestasi pemilukada. "Kita kan selalu ingin mencoba terus," ujar Tantowi.

Pemilukada Sumsel akan dilaksanakan pada tahun depan, 2013. Selain Tantowi, tokoh yang cukup berpengaruh dan berpotensi diusung Golkar adalah calon petahana Alex Noerdin, yang sudah gagal dalam Pemilukada DKI. Belum diperoleh informasi nama mana yang akan diusung partai berlambang beringin itu.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com

Tak main-main menghadapi Pemilu, Partai Nasdem Modali Calegnya Rp 5-10 M

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) memang tak main-main menghadapi Pemilu 2014. Partai Nasdem memodali calegnya antara Rp 5-10 miliar untuk memastikan kemenangan di Pemilu 2014.

"Angkanya tergantung dari dapilnya. Kalau dapilnya kecil tentu tidak besar. Tapi kisarannya ya antara Rp 5-10 miliar lah," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Rio menuturkan, Partai Nasdem tak ingin calegnya bermain saat terpilih menjadi anggota DPR kelak. Karena itu Partai Nasdem memilih memodali calegnya, meskipun angkanya jelas tidak sedikit.

"Latar belakangnya kita tidak ingin de javu seperti dulu lagi dimana caleg disuruh perang sendiri di dapilnya. Minimal mereka akan hitung berapa pengeluarannya kemudian menjadi politik transaksional," kata Rio.

Diharapkan kelak anggota DPR dari Nasdem dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dengan lebih tulus. Karena mereka tak mengeluarkan modal sendiri untuk menghadapi pemilu legislatif.

"Harapannya ketika caleg-caleg Nasdem terpilih nanti mereka akan fokus memeprjuangkan kepentingan rakyat secara luas tanpa ternoda, itu yang melatarbelakangi kami untuk membiayai mereka yang punya kemampuan, kapabilitas, agar mereka punya bekal bekerja di dapilnya," tandasnya. | Detik.com

Partai Demokrat Kini dalam Posisi Gawat Darurat

Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, saat ini sudah terbentuk sentimen yang negatif dari publik terhadap Partai berlambang Mercy tersebut. Terutama saat partai ini diketahui tak bisa memenuhi janji kampanyenya.

"Saya kira dalam posisi genting. Pertama, karena secara nasional tingkat persepsi positif publik tentang Demokrat cukup siginifikan, terutama adanya temuan penurunan tingkat persepsi terhadap partai tersebut. Juga adanya beberapa faktor di antaranya dipengaruhi ketidaksesuaian antara janji kampanye Demokrat pada tahun 2009 lalu dengan perilaku partai. Misalnya janji yang mengedepankan politik bersih, adanya komitmen pemberantasan korupsi," ujar Arya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/6/2012).

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya sejumlah kader Demokrat yang terseret kasus korupsi. Mulai dari M Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Munculnya kasus Hambalang dan Wisma Atlet yang juga menyeret sejumlah nama petinggi partai, seperti Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng juga semakin membuat runyam.

"Hal ini yang juga menyebabkan publik kembali memberikan evaluasi terhadap Demokrat," tambah Arya.

Lalu alasan yang kedua, kinerja pemerintahan dinilai menurun. Publik sudah menilai pemerintah tidak bisa melayani masyarakat dengan baik. "Yang pada akhirnya menjadi dasar dilakukannya evaluasi tersebut," jelas Arya.

Sebelumnya, dalam seminggu terakhir sudah terjadi dua kali pertemuan antar kader Partai Demokrat. Pertama, Selasa (12/6) dilaksanakan pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan jajaran pengurus DPP PD dan ketua 33 DPD PD se-Indonesia di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kemudian keesokan harinya, Rabu (13/6) dilangsungkan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator PD sebagai pihak penyelenggaranya. Pertemuan tersebut sebagai upaya tindaklanjut atas situasi terkini yang tengah menimpa Partai Demokrat. | Detik.com

Pengamat: Kelemahan Terbesar Ical adalah Lumpur Lapindo


JAKARTA--Pengamat Politik Sukardi Rinakit mengungkap, kelemahan terbesar Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical untuk mencalonkan Presiden adalah pada masalah kasus lumpur Lapindo.

"Kelemahan beliau soal Lapindo. Komunikasi politik yang diketahui masyarakat Lapindo dan selalu terkait dengan beliau," kata Sukardi kepada wartawam di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Ical sering disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Pemilik mayoritas saham Lapindo Brantas adalah PT Energi Mega Persada, yang merupakan anak perusahaan Grup Bakrie milik Ical.

Enam tahun lalu, tepatnya 29 Mei 2006, lumpur panas menyembur dari sumur yang tengah ibor Lapindo Brantas di Porong Sidoarjo. Hingga kini, semburan lumpur masih ada, dan telah merendam ribuan rumah, sawah, kebun dan fasilitas publik lainnya.

Masih banyak warga korban luapan lumpur yang melakukan protes kepada Bakrie Group, karena ganti rugi yang belum diterima.
Menurut Sukardi, dalam hal leadership Ical juga menjadi soal. "Di luar Lapindo, Ical tidak memiliki opsi kebijakan yang selama ini harusnya ditawarkan ke publik misal apakah dia pernah bicara beri solusi swasembada pangan, kenaikan harga minyak, dan lainnya," kata dia.

Tindakan konkrit sebagai calon pemimpin juga tidak diperlihatkan Ical. Dia mencontohkan janji Ical depan kader Golkar sebelum terpilih menjadi ketua umum yang akan membangun gedung tinggi buat rumah Golkar.
"Dana abadi buat kader Golkar juga dicatat fungsionaris partai dan belum terealisasi," katanya.
TRIBUNNEWS.COM

Mendagri Konsultasi dengan KPK Soal Permen Bansos

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (15/6/2012) siang.

Kehadirannya sempat membuat bingung para wartawan, lantaran namanya tak tertulis dalam jadwal pemeriksaan di KPK hari ini.
Menteri Gamawan tiba di kantor KPK sekitar pukul 14.00 WIB, menumpang mobil dinas bersama seorang ajudannya.
Mengenakan kemeja batik lengan pendek, Gamawan belum mau berkomentar banyak kepada rekan wartawan mengenai kedatangannya.

Namun, sebelum masuk Gedung KPK, ia sempat berkata kepada wartawan. Ia mengaku hanya datang untuk melakukan konsultasi dengan para pimpinan KPK, mengenai Peraturan Pemerintah (Permen) tentang Bantuan Sosial (Bansos).

"Supaya bisa diluruskan ke depannya," ujarnya sambil masuk ke dalam Kantor KPK.
Sementara, belum ada peryataan resmi dari pihak KPK, meski para wartawan sudah menghubungi Juru Bicara KPK Johan Budi via BlackBerry Messengger. (*)

111 Negara dukung kemerdekaan Papua

Situasi di Papua kembali mendapat sorotan internasional setelah Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni tewas ditembak, Kamis pekan lalu. Polisi mengklaim dia melawan saat akan ditangkap bersama pegiat KNPB lainnya. Polisi menggrebek markas KNPB yang dituding terlibat penembakan terhadap warga asing dan aparat keamanan.

Kondisi Papua tak pernah aman ini menjadi bahasan dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota Jenewa, Swiss, bulan lalu.

Semua perkembangan itu makin menguatkan tekad para tokoh prokemerdekaan buat membebaskan Papua dari Indonesia. Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat Jacob Rumbiak sesumbar mereka bisa merdeka dan berdaulat paling lambat dua tahun lagi. Bahkan, ia mengklaim sudah mendapat dukungan dari 111 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.

Republik Federal Papua Barat merupakan pemerintahan sementara gerakan separatis Papua yang dibentuk berdasarkan kongres ketiga di Jayapura, pertengahan Oktober tahun lalu. Republik Federal ini menggantikan Otoritas Nasional Papua Barat dideklarasikan delapan tahun lalu.

Rumbiak berharap Jakarta mau memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Republik Federal Papua Barat. "Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja," kata Rumbiak.

Berikut penjelasan Rumbiak mengenai persiapan kemerdekaan Papua saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Rabu (20/6):

Bagaimana komentar Anda soal penembakan di Papua?

Jangan alihkan isu Papua dengan penembakan misterius. Kalau Jakarta serius ingin berdialog, bebaskan seluruh tahanan politik dan tarik semua personel keamanan dari Papua.

Anda ingin dialog atau merdeka?

Jakarta sudah tahu keinginan kami buat merdeka. Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja. Lebih baik, Jakarta memberikan pengakuan saja, jadi kami bisa cepat mengurus negara kami sendiri.

Memangnya Papua sudah siap menjadi negara sendiri?

Kami punya kekayaan alam. Kalau Jakarta dan kami bisa bersahabat dan pisah baik-baik, kami nanti bisa bantu Indonesia.

Sudah bentuk pemerintahan?

Dalam Kongres ketiga di Lapangan Sakeus, Jayapura, 19 Oktober 2011, kita sudah mendeklarasikan Republik Federal Papua. Kongres selama tiga hari sejak 17 Oktober itu sudah membentuk Dewan Nasional Papua Barat yang sudah meilih Presiden Republik Federal Papua Barat Forkorus Yaboisenbut dan Perdana Menteri Edison Warumi. Deklarasi itu didukung tujuh wilayah adat di Papua.

Siapa saja sudah mendukung Papua buat merdeka?

Dari dokumen pemerintah Indonesia, ada 14 negara mendukung penuntasan kejahatan kemanusiaan di Papua. Dokumen di luar negeri yang kami ketahui, ada 97 negara mendesak pengiriman misi PBB di Papua. Sokongan itu juga termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang. Negara-negara Amerika Latin, seperti Cile dan Meksiko, juga sudah menyatakan dukungan. Total ada 111 negara. Negara-negara ini pula yang kami harap dalam Sidang Majelis Umum PBB September mendatang, mendorong pengakuan Republik Federal Papua Barat sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Memangnya, pihak Anda sudah mengirim surat permohonan?

Surat itu sudah kami kirim tahun lalu.

Apalagi persiapan untuk merdeka?

Akhir tahun ini, kami akan membuka mission desk di PBB buat memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Papua.

Minta pengakuan kemerdekaan dari Jakarta tidak mungkin, jadi kapan kira-kira diakui oleh PBB sebagai negara?

Paling lambat dua tahun lagi. Tapi sebenarnya bisa lebih cepat dari itu kalau Jakarta mau memberi pengakuan segera.

Jadi Anda bakal memanfaatkan momentum pemilu di Indonesia?

Kami berharap kandidat atau presiden baru Indonesia pada 2014 siap bekerja sama dengan negara baru bernama Republik Federal Papua Barat.

Kalau sudah merdeka, Anda bakal menuntut pejabat Indonesia ke mahkamah internasional?

Kami tidak akan menuntut para jenderal karena mereka cuma melaksanakan perintah. Yang akan kami tuntut pembuat keputusan politik, yakni pemerintah dan DPR. Tapi kalau mereka mengaku salah kami akan mengampuni. Kami orang-orang penuh cinta kasih, tidak suka membunuh.

Mulai dari pemerintahan siapa?

Mohamad Yamin.
Biodata
Nama : Jacob Rumbiak
Tempat/Tanggal Lahir : Ayamaru (Sorong), 11 Maret 1955 (di paspor tertulis 1958)
Agama : Protestan (lebih senang disebut pengikut Yesus)
Alamat : Melbourne, Negara Bagian Victoria, Australia
Hobi: Menyanyi dan bermusik
Status : Menikah dengan perempuan keturunan Irlandia dan memiliki tiga putra
Pendidikan
Sarjana Matematika, lulusan dari IKIP Bandung
Pernah kuliah di jurusan Fisika ITB
Jabatan
Menteri Luar Negeri Otoritas Nasional Papua Barat (Agustus 2004 - Oktober 2011)
Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat (Oktober 2011 - sekarang). | Faisal Assegaf,Merdeka.com

KPK lengkapi bukti untuk jerat Anas & Andi M

Keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi sport center Hambalang masih di dalami. Pada kasus ini pun KPK tidak mengenal Surat Perintah Pemberhentian Perkara (SP3).

"Ini saya clear kan. KPK bekerja secara profesional. KPK tidak mengenal SP3 sehingga perlu lebih akurat, lebih cermat. Ini yang harus masyarakat tahu, KPK tidak pernah takut sama siapapun juga sekalipun dia ketum partai," ujar Ketua KPK, Abraham Samad sebelum raker dengan Komisi III, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/6).

Menurutnya, proses hukum bukan seperti membalikkan telapak tangan yang dengan mudah ketika mendapatkan informasi langsung dibenarkan. Tetapi harus didalami lebih komperhensif dan memerlukan waktu.

"Bukan seperti itu. Harus didalami, lebih dikomprehensifkan, tidak bisa parsial-parsial. Memang memerlukan waktu. Kita paham betul bahwa ada ekspektasi dari masyarakat yang menginginkan kasus ini cepat selesai," jelasnya.

Tapi di sisi lain, lanjutnya ada kendala karena KPK kekurangan SDM. Sehingga tidak dapat cepat menangani perkara terlalu banyak.

"Namun demikian kita tidak menjadikan hal itu sebagai kendala atau alasan untuk tidak sesegera mempercepat proses kasus-kasus untuk selesai termasuk kasus hambalang," paparnya.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan penyidik. Abraham menyatakan masih dalam proses. Adapun kapan Hambalang akan naik status menjadi penyidikan, dia tidak mengatakan secara gamblang.

"Nanti KPK akan jabarkan semuanya," tandasnya.

Sementara itu mengenai Andi Mallarangeng yang belum dipanggil walaupun sudah ada banyak saksi memberikan keterangan, Abraham menyebut hal itu karena bukti masih belum cukup kuat.

"Jadi jangan dilihat dari segi kuantitas tapi kualitas keterangan yang diberikan saksi. Walaupun sudah 80 atau 100 saksi, tapi ternyata belum memadai. Maka kami akan mencari tambahan bukti terus. Jadi bukan dari kuantitas tapi kualitas keterangan yang diberikan," tukasnya. | Nurul Julaikah,Merdeka.com

Pengadilan Tinggi Tetap Hukum Malinda Si Seksi Pembobol Citibank 8 Tahun Penjara

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dalam putusan bandingnya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas terdakwa penggelapan dana nasabah Citibank, Inong Malinda Dee binti Siswo Wiratmo.
Humas Pengadilan Tinggi Jakarta Achmad Sobari saat dihubungi wartawan, Senin (18/6/2012) mengatakan Malinda Dee tetap divonis dengan hukuman penjara 8 tahun, denda Rp 10 miliar subsider 7 bulan.
"(Malinda) Diputus Selasa 22 Mei lalu, oleh Ketua majelis Jurnalis, John Pol Naya dan Safrulah Sumar," katanya.

Putusan tersebut sama dengan Putusan Pengadilan Negri Jakarta Selatan pada 7 Maret lalu, yang menghukum Malinda 8 tahun penjara, denda Rp 10 Miliar subsider 8 bulan penjara.

Oleh pengadilan, Malinda dinyatakan bersalah telah melakukan 117 transaksi tak berizin dari nasabahnya, yakni Rohli bin Pateni, Susetyo Sutadji dan Suryati T Budiman yang mencapai Rp 47 miliar.
Malinda dianggap bersalah melanggar Pasal 49 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Istri siri artis Andhika Gumilang itu juga dijerat dengan Pasal 49 Ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP; Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
Muara Karta, pengacara Malinda saat dihubungi terpisah mengaku belum menerima salinan putusan Pengadilan Tinggi. Ia juga mengaku akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), atas putusan tersebut.

"Kita masih menunggu kuasanya, di tingkat banding kita sudah dapat surat kuasa, tapi di tingkat kasasi belum," kata Muara.

Amien Rais Anjurkan Tanwir Memikirkan Persoalan Media Massa




Bandung - Salah satu rangkaian acara Tanwir Muhammadiyah 21-24 Juni 2012 adalah dialog tokoh Muhammadiyah. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (21/06). Dalam acara yang bertempat di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika Bandung itu, Amien Rais bertindak sebagai narasumber yang membahas peran media massa dan percaturan masa depan.

Dalam paparannya, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu memaparkan fakta bahwa dalam kancah global, media massa Islam berada dalam cengkraman asosiasi press sekular. Dampaknya, citra Islam di mata dunia selalu segatif dan horor. Misalnya tuduhan bahwa Islam itu agama anti kemajuan, Islam agama jaman pertengahan, Islam bodoh, Islam agama kekerasan, dan macam-macam lagi. Karena tidak memiliki media massa yang sama kuatnya dengan mereka, maka Islam tak memiliki daya untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan miring tersebut.

Masih menurut Amien Rais, jangankan dalam tubuh Islam yang lebih luas, dalam internal persyarikatan Muhammadiyah pun urusan media massa tak kalah suram. Ia mengakui, selama menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah, betapa sulitnya mengembangkan media massa Islam seperti yang terjadi dalam internal Muhammadiyah.

“Ummat Islam nampaknya kurang menyadari betapa pentingnya, betapa vitalnya, dan begitu asasnya keberadaan media massa sebagai wilayah ke-4 dalam demokrasi. Memang sudah sejak lama umat Islam menyadari bahwa ruang kosong yang harus segera diisi oleh umat Islam adalah media massa. Sayangnya, kesadaran tersebut hanya terbersit dalam angan semata. Sementara dalam tataran kongkritnya nyaris tidak dapat dijumpai,” ujarnya.

Mengingat hal tersebut, Amien Rais mengusulkan beberapa hal supaya pada nantinya menjadi pertimbangan dalam menentukan rekomendasi dalam Tanwir Muhammadiyah kali ini. Pertama, Muhammadiyah harus merasa berdosa (bersalah) karena telah membuat bolong dalam media massa, sehingga bolong itu harus segera ditambal. Kedua, Muhammadiyah harus menyiapkan beasiswa yang besar nilainya untuk menyekolahkan selusin, atau bahkan lebih, kadernya yang faham benar akam media massa. Tujuannya, supaya kader tersebut tumbuh menjadi pilar-pilar media massa Islam di masa yang akan datang.

Ketiga, universitas-universitas Muhammadiyah seperti di Malang, Solo, Yogyakarta, dll, harus melakukan sharing bagaimana mewujudkan media massa yang baik dalam persyarikatan. Keempat, ke depan, Muhammadiyah jangan sampai membiarkan Suara Muhammadiyah menjadi seperti anak yatim.

Dengan demikian, menurut Amien Rais, Muhammadiyah diharapkan menjadi organisasi yang menancapkan pondasi media massa Islam yang kokoh di masa depan. “Sekalipun kondisi media massa Islam sudah jauh ketinggalan, tapi kita harus selalu memiliki harapan dan jangan risau. Namun, untuk mengejar ketertinggalan itu, kita harus memulai dari langkah pertama yang mantap,” pungkasnya.

Editor : Bedjo
Sumber : Sriwijaya Post

Dubes Indonesia Ditolak Anggota Parlemen Belanda

Media di Belanda ramai memberitakan penolakan anggota parlemen Belanda, Dirk Samsom, untuk bertemu dengan Dubes Indonesia Retno Marsudi.

Samsom yang juga Ketua Partai Buruh (PvDA) yang dilansir ANP/AFP menyatakan terlalu sibuk untuk bisa menerima Dubes Retno Marsudi. Saat ini ia disibukkan dengan persiapan pemilu parlemen September mendatang. Demikian ditulis oleh Koran de Telegraaf.

Berbagai pihak menganggap tindakan politikus Belanda ini sebagai pelecehan dan tidak bisa diterima. Diduga penolakan ini berkaitan dengan pendirian Partai Buruh yang menolak penjualan tank Leopard senilai 200 juta Euro ke Indonesia. Dubes Indonesia sendiri menyatakan ia bisa menunggu.

Lewat Twitter, Samsom menyatakan bahwa Dubes sebelumnya sudah diterima oleh perwakilan partai. "Ketua fraksi Partai Buruh hanya akan menerima dubes dari negara-negara besar (negara besar Eropa atau Amerika Serikat)," demikian ditulisnya.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Tribunnews

Gerakan 1.000 Kaki Palsu - Program 2M Bank Mandiri Bangkitkan Mental dan Ekonomi

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury (depan, kanan) dan Kepala Korlantas Polri Irjen Pudji Hartanto (depan, kedua dari kanan) menyerahkan kaki palsu kepada penyandang disabilitas, disaksikan Ketua Kick Andy Foundation Andy F Noya di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Jumat (15/6).

Akibat kecelakaan lalulintas yang menimpa dirinya 15 tahun lalu, Sugeng Siswoyudhono (30) terpaksa harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Sejak itu, Sugeng harus mengenakan kaki palsu seharga Rp7 juta yang dibelikan oleh saudara-saudaranya secara bergotong royong. Setelah beberapa tahun berlalu, kaki palsu Sugeng pun rusak.

Kendati demikian,karena keterbatasan finansial saudarasaudaranya pun tidak mampu lagi untuk membelikannya kaki palsu. Sejak itu otomatis Sugeng menjadi lumpuh dan tidak dapat melakukan banyak aktivitas, sehingga menjadi beban keluarga. Kenyataan pahit tersebut tidak melumpuhkan semangat Sugeng untuk terus berusaha dan berkarya. Pria yang sehari- hari bekerja sebagai loper susu ini kemudian tergerak membuka bengkel pembuatan kaki palsu di rumahnya di Desa Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur.

Hebatnya, keterampilan Sugeng membuat kaki palsu tidak hanya dinikmatinya sendiri, melainkan juga untuk orang yang senasib seperti dirinya, yaitu dengan membuatkan mereka kaki palsu.Upaya yang dilakukan Sugeng terbukti tidak hanya memungkinkan para penyandang disabilitas dapat beraktivitas normal kembali, tapi juga membangkitkan semangat kemandirian mereka secara ekonomi.

Tergerak oleh kenyataan bahwa masih banyak orang yang bernasib seperti Sugeng di negara ini, Bank Mandiri bekerja sama dengan Koordinator Lalulintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) mendukung Kick Andy Foundation melakukan Gerakan 1.000 Kaki Palsu Untuk Hidup Mandiri, di mana untuk program tersebut Bank Mandiri memberi dukungan dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp2 miliar.

Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury kepada Kepala Korlantas Polri Irjen Pudji Hartanto dan Ketua Kick Andy Foundation Andy F Noya di Gedung Korlantas Polri Jakarta, Jumat (15/6). Pada kesempatan tersebut, Pahala mengatakan, bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Bank Mandiri untuk mengembalikan semangat hidup masyarakat usia produktif yang harus kehilangan kaki dan mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Melalui bantuan hibah ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Bank Mandiri di tengah-tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan, termasuk para kaum muda yang harus kehilangan kaki karena kecelakaan.Kami ingin mengembalikan semangat mereka untuk beraktivitas dan berkarya,sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonominya,” kata Pahala N Mansury.

Masyarakat yang akan menerima bantuan melalui program ini adalah masyarakat yang termasuk dalam usia produktif, berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki domisili yang jelas dan kehilangan kaki bukan karena amputasi akibat penyakit diabetes. Selain pemasangan kaki palsu, pada program tersebut masyarakat yang menerima bantuan juga akan diberikan pelatihan terkait penggunaan kaki palsu dan perawatannya.

“Kami berharap, program ini dapat mendukung keinginan Bank Mandiri untuk meningkatkan peran aktifnya guna mendukung penciptaan masyarakat Indonesia yang mandiri dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik sebagaimana pilar-pilar pelaksanaan program Bina Lingkungan Bank Mandiri,” ujar Pahala N Mansury.

Bukan Hanya Korban Lalulintas

Kebanyakan orang–orang yang kehilangan kakinya sehingga membutuhkan kaki palsu adalah korban kecelakaan lalulintas. Itulah sebabnya selain bekerja sama dengan Bank Mandiri, Kick Andy Foundation juga menggandeng Korlantas Polri. Tetapi bukan berarti hanya korban lalulintas yang mendapatkan bantuan kaki palsu.

Dukungan dana Program Bina Lingkungan Mandiri tersebut sepenuhnya digunakan untuk keperluan penyediaan kaki palsu bagi yang membutuhkan, yaitu setidaknya untuk 1.000–1.100 penyandang disabilitas. Pada kesempatan tersebut Andy F Noya menekankan bahwa tanpa dukungan dana dari donatur gerakan ini tak akan terlaksana. “Apa yang diberikan Bank Mandiri setahun ke depan sebanyak Rp2 miliar ini menjadi sangat berarti.

Karena dengan demikian, gerakan ini dapat terus berlanjut dan pada akhirnya semakin banyak orang yang kita tolong,” kata Andy. Menurut Andy, Bank Mandiri tidak hanya menyediakan dukungan dana, tapi juga melibatkan karyawan Bank Mandiri untuk turut berpartisipasi dengan cara mengikutsertakan karyawan Bank Mandiri di setiap cabang dalam proses pengukuran kaki dan penggalangan dana. “Ini adalah bentuk perwujudan totalitas partisipasi Bank Mandiri dalam pelaksanaan program.

Kami juga akan membuat stiker yang bertuliskan bahwa dengan menjadi nasabah Bank Mandiri berarti mereka ikut serta mendukung program ini,”tutur Andy. Hal senada juga dikatakan Irjen Pudji Hartanto.Menurutnya, apa yang telah dilakukan Bank Mandiri sangatlah mulia, oleh karena itu hal tersebut perlu mendapatkan apresiasi. Ia berharap dukungan Bank Mandiri dapat menginspirasi perusahaan lainnya untuk melakukan hal serupa.

Melalui Gerakan Kaki Palsu, sejak tahun 2008 Kick Andy Foundation telah membagikan lebih dari 1.700 kaki palsu di seluruh Indonesia dan terus berlanjut hingga kini. Usai penandatanganan kerja sama dengan Bank Mandiri,dilaksanakan pula penyerahan bantuan kaki palsu gratis kepada 26 orang penerima bantuan di wilayah Jabodetabek.

Sugeng Siswoyudhono yang menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut dengan menahan haru menuturkan, dirinya berharap dukungan Bank Mandiri tidak hanya mampu memberikan fasilitas kaki palsu bagi para penyandang disabilitas, tapi juga mengembalikan kepercayaan mental dan kemandirian mereka secara ekonomi seperti dirinya. ● aris kurniawan/info

Pertamina Pastikan CSR akan Lancar jika Operasional Lancar

Keamanan dan kelancaran dalam usaha eksplorasi minyak mentah di area Rambang Kuang Ogan Ilir bagi Pertamina EP Prabumulih Sumatera akan menjadi hitungan tersendiri dalam merealisaikan program Coorporate Social Responsiblity (CSR), bagi daerah tempat oeprasionalnya. Aman dan lancar operasional eksplorasi maka pengucuran CSRdari Pertaminajuga lancar.

Hal ini diungkapkan Kuncoro Kukuh, manager Geologi dan Geofika, mewakili langsung GM Pertamina, kepada wartawan usai menyerahkan program CSRnya ke Kecamatan Rambang Kuang, Kamis (14/6/2012), mengharapkan pemerintah setempat khususnya warga yang berada di sekitar area operasional eksplorasi Pertamina, dapat saling bahu membahu untuk menjaga keamanan dan kelancaran eksplorasi.

Karena, jika terjadi hambatan dan kendala maka banyak sekali kerugian yang dirasakan. Sehingga bantuan dari masyarakat setempat sangat diharapkan.

"Jadi partisifasi masyarakat sangat dibutuhkan karena Pertamina ini juga milik negara untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Bahkan, Kuncoro Kukuh memastikan jika operasional PErtamina aman dan lancar maka program CSR akan semakin lancar pula bagi daerah operasionalnya.

"Pasti, kita akan pastikan program CSR ini terus digulirkan jika operasional kita aman dan lancar," tegasnya.

Hal ini diungkapkan Kuncoro Kukuh terkait masih adanya aksi pencurian minyak mentah dari pipa minyak mentah.

"Kami dari Pertamina tidak bisa menjaga setiap saat aset Pertamina ini karena panjang dan tersebar sehingga perhatian dari masyartakat sangat kami butuhkan," terangnya.

Ia mengaku salah satu wilayah operasionalPertamina ini di OI yakni, di Rambang Kuang dan juga di Muba dan Banyuasin. Semua daerah yang ada eksplorasi tetap diberikan CSR.

"Selama ini yang kita berikan dalam bentuk CSR seperti infrastrtuktur jalan, kesehatan dan pendidikan," paparnya.

Kuncoro menyebutkan, penyerahan CSR yang baru saja disampaikan ke Pemkab OI melalui Kecamatan Rambang Kuang, berupa CSR bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan.Kemudian, lanjutnya ada dua program CSR lagi yang sedang dikerjakan untuk Kecamatan Rambang Kuang yakni, pembangunan SMA Rambang Kuang dan Pelatiohan ketrampilan menganyam rotan bagi para pengusaha kecil rotan di Rambang Kuang.

Sementara Asisten I Setdakab OI, Hj Nina mengaku, sangat berterimakasih kepada Pertamina yang selama ini selalu menyerahkan CSRnya kepada Pemkab OI.

"Kita akui, CSR dari Pertamina ini sangat membantu Pemkab OI membangun daerah khususnya di area operasionalnya seperti di Rambang Kuang ini," ungkap Nina.

Ia menyebutkan Bupati OI H Mawardi Yahya tidak bisa hadir dalam acara penerimaan program CSR ini karena sedang berada di luar daerah. "Pak Bupati menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pertamina dan meminta maaf karena tidak bisa hadir langsung," ungkap Nina. "Kita berharap program CSR ini terus digulirkan untuk OI bahkan ditingkatkan lagi," harapnya.

Penulis : Tarso
Editor : Hendra Kusuma | SRIPOKU.COM

Ajaib, Batita Selamat Jatuh dari Lantai III Internasional Plaza Palembang


PALEMBANG, SRIPO — Ajaib fisik Habib, batita (anak bawah tiga tahun) usia dua tahun ini. Terjatuh dari lantai 3 Internasional Plaza (IP), tidak mengalami luka terlalu fatal. Dia hanya perlu menjalani scan di kepala dan tujuh jahitan di kepala, lalu dibawa pulang keluarganya.

Habib terjatuh dari lantai tiga ke lantai dasar IP, Minggu (13/5) pukul 17.45. Akibatnya Habib mengalami luka bagian kepala dan langsung dibawa ke UGD RSRK Charitas. Setelah menjalani CT Scan dan menjalani tujuh jahitan di kepala, sekitar pukul 21.00, Habib diberbolehkan pulang.

Ditemui Sripo di Charitas semalam, tak satu pun pihak keluarga bisa menceritakan kronologis kejadian. Bahkan, Linda, ibu Habib, masih terlihat syok melihat anaknya menjalani perawatan.
Begitu juga keluarga lainnya. “Aku tidak tahu ceritanya. Keluarga ini berasal dari Sekayu, jalan-jalan ke IP karena sudah selesai menghadiri acara pernikahan sanak keluarga,” ujar salah seorang keluarga Habib, yang enggan disebut namanya. Habib nampak diperban kepalanya dan ditunggui sejumlah orang.

Seusai menjalani proses scan, kondisi Habib tampak baik-baik saja. Terlihat bagian kepala Habib, ditutupi perban bekas jahitan. “Kondisinya baik saja, memang sedikit luka memar dan ada tujuh jahitan di kepalanya. Pastinya kondisinya tidak apa-apa,” ujar salah seorang staf IP yang menemani Habib berobat. Manajemen IP membiayai segala perawatan Habib. “Baik-baik saja dan sudah diberi obat penenang, kondisi saat ini sedang tidur dan mulutnya tadi menguap,” tambah salah seorang perawat UGD Charitas setelah melakukan scan terhadap Habib.

Petugas kepolisian dari Polsek IT I Palembang, langsung menuju TKP dan ke rumah sakit. Dikarenakan Linda masih tampak syok, dan terus menangis, petugas pun belum memintai keterangan lebih lanjut.

Hantam Pundak
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sripo, sebelum terjatuh ke lantai dasar, tubuh Habib sempat mengenai pundak salah seorang penjaga counter yakni Susi. Dikira Susi yang menimpa pundak kanannya cuma botol, tapi setelah itu terdengar ada suara tangisan dan dilihat ternyata anak kecil.

Mendengar ada yang terjatuh, Anas salah seorang security yang sedang bertugas di lantai dasar, langsung memberikan bantuan dan membawa Habib ke rumah sakit. “Bukannya kami tidak mau berbicara, keluarga kami hanya tidak mau beritanya disebar luaskan, karena ibunya syok dan takut dengan keluarga lain,” ujar keluarga korban yang tidak mau disebut namanya.

Sesaat sebelum jatuh, seorang penjaga stan yang berdagang jilbab di lantai 3, sempat melihat Habib masih dalam gendongan ibunya. Namun, ia tidak tahu apakah bayi tersebut masih digendong atau tidak setelah sang ibu sampai di eskalator.

“Saya melihat ibu tersebut melintas di depan dagangan saya. Bahkan, saya sempat menawarkan dagangan saya kepada sang ibu. Sebab itu, saya yakin sebelum balita terjatuh dia digendong ibunya,” kata wanita yang mengaku bernama Reni itu.

Posisi dia berdagang tepat berada sebelum eskalator yang turun menuju Lantai 2. Tapi dia tidak saat Habib terjatuh.

Sementara menurut salah satu security, bayi jatuh dari celah yang ada antara eskalator dan dinding. Luas celah tersebut hanya sekitar 30 sentimeter. Namun, celah tersebut cukup mampu dilewati oleh balita yang memang bertubuh sedang.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.45. Saat itu, bayi terjatuh dari lantai 3 dan mengenai salah satu bagian kanopi di lantai dua,” ujar satpam tersebut.

Sebelum mendarat di Lantai Dasar IP, balita malang tersebut terlebih dulu jatuh di fiber yang terpasang di sela-sela eskalator dan dinding Lantai 2. Saking kencangnya laju balita tersebut terjun bebas, bagian fiber jebol dan tidak mampu menahan bobot bayi yang kemudian terus terjun bebas. Barulah saat itu si bayi mendarat di Lantai Dasar IP.

Di lantai dasar Habib menuju sebuah counter handphone yang dijaga Susi. Lantai dasar IP memang pusat jual beli handphone. Habis sempat menghantam bagian pundak Susi.

Menurut rekan kerja Susi, saat Habis tersebut “mendarat”, tidak ada suara tangisan. Mereka juga tidak berani mengangkat tubuh balita yang dari kepalanya darah mengucur deras. Barulah setelah dijemput oleh ibunya suara tangisan menggelegar dari mulut mungil Habib.

Saat dikunjungi Sripo pukul 20.00, bagian fiber yang jebol sudah diganti dengan yang baru. Namun, darah yang tercecer di lantai dasar masih bisa dilihat dengan jelas. Ini membuat counter handphone yang dijaga Susi menjadi perhatian para pengunjung. (cw6/mg19)