Berita Terkini :
Showing posts with label Ogan Ilir. Show all posts
Showing posts with label Ogan Ilir. Show all posts

TOL Jakabaring-Kayuagung Telan Dana Rp 2,1 Triliun

TOL Jakabaring-Kayuagung Telan Dana Rp 2,1 Triliun
PALKOMINFO, KAYUAGUNG - Pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Jakabaring Palembang diprediksi akan menelan dana Rp 2,1 triliun.

Pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai bulan Oktober 2012 mendatang.

Pelaksanaan lelang tender akan dimulai bulan September, kemudian dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan.

Hal ini diungkapkan Bakti Setiawan dari PT Sriwijaya Markmore Persada selaku investor jalan tol Kayuagung–Jakabaring.

Menurutnya jalan tol tersebut dibangun sepanjang 33 Km. Hal ini mengalami sedikit perubahan dari sebelumnya sepanjang 37 Km karena adanya pemotongan panjang jalan dari arah Jakabaring Palembang.

“Dalam 1 Km pembangunan jalan tol itu diprediksi memerlukan biaya sebesar Rp 65 miliar, sementara panjang jalan tol 33 Km. Jika ditotal diprediksi menelan dana Rp 2,1 triliun,” urai Bakti Setiawan.

Menurut Bakti, jalan ini akan dibangun dalam 4 lajur. Selain panjang 33 Km, lebar 50 meter, kemudian akan dibangun pintu tol di Simpang Susun (SS) SP Padang STA 13-300, SS Jejawi STA 23 + 950 dan SS Jakabaring STA 35 + 300 dan barrier Gate di Kayuagung.

“Pembangunan jalan Tol Kayuagung–Jakabaring menjadi prioritas sebelum nanti dilanjutkan pembangunan di tepat lain seperti di Banyuasin,” ujar Bakti kepada Sripoku.com.

Lebih lanjut Bakti menjelaskan, investasi sebesar Rp 2,1 triliun merupakan investasi yang sangat besar.

Diakuinya memang pembangunan jalan tol itu tidak mungkin tidak menelan dana besar.

“Dengan pembangunan jalan tol ini nantinya perekonomian masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM didampingi Kepala Dinas
Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), Drs Ir H Syamsul Bahri MM, Selasa
(28/8/2012), menambahkan pembangunan jalan Tol Kayuagung–Jakabaring
ditargetkan dapat selesai di akhir 2013, karena bulan Oktober
pembangunannya sudah dimulai.

“Targetnya dalam waktu 18 bulan sudah selesai. Dengan demikian tahun 2014 jalan tol tersebut sudah rampung dan bisa dinikamati oleh masyarakat Indonesia,” ujar Ishak Mekki.

Menurut Syamsul, saat ini Pemerintah OKI terus berupaya untuk mempercepat pembangunan pembangunan jalan tol tersebut yang merupakan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di Jalan Lintas Timur (Jalintim).

“Kemacetan Jalintim Kayuagung-Palembang sudah meresahkan. Hal itu harus segera diatasi dengan keberadaan jalan tol,” ujar Ishak Mekki.

Penulis : Mat Bodok
Editor : Sudarwan

Bupati OKI Ishak Mekki Bantu Korban Kecelakaan di Palembang-Indralaya

Bupati OKI Ishak Mekki Bantu Korban Kecelakaan di Palembang-Indralaya
INDRALAYA – Bupati OKI Ishak Mekki secara spontan membantu korban kecelakaan lalulintas yang terjadi di ruas Jalan Palembang-Indralaya Km 27. Kecelakaan itu melibatkan sebuah bus angkutan umum yang terbalik dan masuk kanal, sekitar pukul 09.45, Sabtu (25/8/2012).

Saat itu kendaraan Range Rover yang ditumpangi Ishak Mekki melintas di jalan lurus di ruas Jalan Palembang-Indralaya. Melihat adanya kecelakaan itu, Ishak Mekki secara spontan meminta sopirnya berhenti dan langsung turun membantu para korban kecelakaan bersama dengan pengguna jalan yang kebetulan melintas.

Sebelum personel kepolisian tiba di lokasi kecelakaan tadi, ajudan Ishak Mekki segera mengatur lalulintas dari arah Indralaya menuju Palembang sehingga kemacetan bisa terurai dengan tertib.

Walaupun kanal sedalam 2 meter, Ishak Mekki tetap sigap menarik dan mengangkat para korban yang masih berada di dalam mobil dan diangkat menuju ke atas jalan. Beberapa korban mengalami luka yang serius.

“Terima kasih, Pak,” ujar korban yang bernama Umar (57), yang mengalami luka-luka di tangan dan kaki.

Sebuah mobil bus lain sempat dihentikan untuk diminta bantuan membawa para korban ke Palembang karena umumnya mereka tinggal di Palembang.

Bus yang terbalik tersebut membawa penumpang sekitar 15 orang, semuanya mengalami luka-luka. Ada tiga penumpang yang mengalami patah tulang, seperti di kaki, tangan dan telapak tangan.

Menurut Sueb (43), seorang sopir angkutan barang, bus kota dengan nopol BG 3565 AH, masuk ke kanal ditepi jalan setelah oleng karena roda depan sebelah kanan pecah.

“Saya lihat ada bus dari arah Indralaya yang melaju kencang tiba-tiba oleng ke kanan dan langsung masuk ke jurang,” kata Sueb yang saat itu sempat menceriterakan kejadian tersebut.

Hal sama diungkapkan Siti (24), salah satu penumpang bus naas ini. “Kami berangkat dari Inderalaya sekitar pukul 09.06. Sampai di tempat ini bus tiba-tiba oleng karena pecah ban. Para penumpang histeris dan mobil langsung masuk kejurang,” kata Siti yang hanya mengalami luka.

Penulis : Mat Bodok
Editor : Soegeng Haryadi

Ogan Ilir Terima Piagam Apresiasi Adipura

PALEMBANG - Meskipun belum berhasil meraih Piala Adipura untuk tingkat kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan, namun Pemkab Ogan Ilir (OI) meraih piagam Apresiasi Adipura dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin untuk tahun 2011.

Piagam Apresiasi Adipura diserahkan langsung oleh Wagub H Eddy Yusuf kepada Wakil Bupati OI HM Daud Hasyim, di Palembang, Selasa (19/6).

Menurut Wagub H Eddy Yusuf, piagam Apresiasi Adipura diberikan Gubernur Sumsel dalam rangka penilaian gubernur atas kinerja pemerintahan kabupaten/kota dalam rangka upaya peningkatan kebersihan lingkungan, keteduhan dan keindahan kota.

Apresiasi ini diberikan setiap tahun kepada kepala daerah dalam rangka mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk berlomba-lomba meningkatkan kebersihan, keteduhan dan keindahan daerah masing-masing.

Sementara itu, Bupati OI, H Mawardi Yahya usai membuka acara lomba Lansia dan Anak PAUD di Aula PKK OI, Selasa (19/6) menegaskan, Pemkab OI terus berupaya meningkatkan kebersihan, keteduhan dan keindahan kota.

Menurutnya, jika kota bersih, teduh, dan indah yang tinggal di daerah itu akan merasa nyaman dan tentram.

"Ya kita terus upayakan beberapa kegiatan dan program ke arah perbaikan sarana dan prasarana serta infrastruktur terus dilakukan," ujar Mawardi kepada Sripoku.com.

Mawardi menyebutkan, saat ini, Pemkab OI juga telah menganggarkan dana untuk penambahan sarana dan beberapa fasilitas pesampahan, seperti mobil truk sampah, alat berat berupa amrol sampah dan memperbaiki tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Palemraya Indralaya Utara.

"Kita yakin tidak akan lama lagi Ogan Ilir dapat meraih Piala Adipura," tegasnya.

Penulis : Tarso
Editor : Sudarwan

Kakak-Beradik Tewas Diamuk Massa

INDRALAYA-Dua dari empat tersangka yang hendak melakukan kejahatan tewas diamuk massa di Jl Lintas Desa Babatan Saudagar Ogan Ilir berbatasan dengan OPI Jakabaring Minggu (17/6/2012) pukul 04.30.

Mereka adalah kakak-adik yakni, Nandi (20) dan Dede (25) warga Jl Panca Usaha Lr Imam Kelurahan 5 Ulu SU I Palembang.

Sedangkan seorang tersangka bernama Febri Ridho Utomo (18) warga yang sama, kini diamankan di Polsek Pemulutan OI.

Satu tersangka lagi bernama Kiki yang juga saudara dari dua pelaku yang tewas, berhasil melarikan diri.

Informasi yang dimpun di Polsek Pemulutan, empat tersangka ini hendak berbuat kejahatan lalu dikepung massa. Mereka berusaha melawan massa yang jumlahnya banyak.

Menurut warga, para tersangka melawan dan sempat melukai beberapa orang termasuk Serka Edi, anggota Kesdam II Sriwijaya dan Aswan, serta Edi warga Desa Babatan Saudagar.

Serka Edi dan Aswan kini dirawat di RS AK Gani dan RS BARI.Kapolsek Pemuutan AKP Ali Jaya melalui Kanit Reskrim A Gani membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya para pelaku memang sudah meresahkan warga sekitar dan para pedagang yang hendak ke Pasar Jakabaring.

"Beberapa minggu lalu mereka juga menganiaya seorang wanita karena mau merampoknya," ujar A Gani seraya menambahkan satu tersangka berikut dua motor tersangka sudah diamankan.

Sementara tersangka Febri (18) yang diamankan di Polsek Pemulutan membenarkan dirinya diajak tersangka Nandi untuk melalkukan kejahatan maling atau merampok.

"Malam itu kami habis nonton OT di Panca Usaha pergi ke Tempat kejadian untuk melakukan kejahatan, tapi belum sempat sudah dikepung massa,L ujar Febri seraya mengaku dia beruntung karena diselamat orang ketika amukan massa berlangsung.

Informasi menyebutkan, Febri selamat setelah ada oknum TNI yang lewat mengamankannya. Kades Babatan SaudagarN Rizal Mustafa membenarkan kejadian amuk massa terhadap empat orang yang hendak merampok tersebut.

Penulis : Tarso
Editor : Hendra Kusuma

Baliho Sosialisasi tidak Dikenakan Pajak

INDRALAYA-Maraknya pemasangan baliho sosialisasi di sejumlah kabupaten termasuk Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak dikenakan retribusi atau pajak. Lain halnya jika bersifat komersial.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (15/9), mulai dari intu gerbang masuk Ogan Ilir hingga Kecamatan Sungai Pinang berbatasan dengan Kayuagung atau dari Simpang Meranjat hingga arah Rambang Kuang tembus ke Muarenim, baliho sosialisasi Herman Deru dan Isak Mekki bertebaran di pinggir jalan.

Baliho bergambar tersebut ada yang bertukiskan pesan dan pemberitahuan serta ajakan agar masyarakat mengetahui keberadaan baliho. Misanya Baliho Isak Mekki, bertuliskan Iklas untuk Sumsel.

Sedangkan baliho Herman Deru, Untuk Sumsel hanya Herman Deru. Banyak lagi pesan dan tulisan lain yang mengiringi keberadaan baliho tersebut. Baliho-baliho ini diduga dipasang masyarakat atau tim sukses mereka masing-masing untuk menyambut pemilihan Gubernur Sumsel 2013 mendatang.

Sekretaris Dinas Pendapatan Kabupaten OI, Ahmad Basumi, Jumat (15/9/2012) kepada wartawan mengatakan, sesuai aturan pemasangan baliho atau reklame calon Gubernur tidak dikenakan pajak atau retribusi.

"Reklame dikenakan retribusi apabila bersifat komersil. Sedangkan baliho itu bersifat individual saja," katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OI, Amrah Muslimin mengatakan, baliho terseut cara yang dilakukan bakal calon untuk sosialisasi.

"Yang bersangkutan ingin memperkenalkan diri kepada masyarakat bahwa mereka siap untuk mencalonkan diri," ujar Amrah seraya menambahkan hal itu dianggap sah-sah saja sebagai sosialisasi, tetapi ketika sudah ditetapkan sebagai calon, maka baliho itu harus dilepas dan dipasang saat masa kampanye," jelas Amrah.

Dia menambahkan saat ini belum ma\emasuki masa pemilihan kepala daerah jadi tidak ada aturan yang dilanggar.

"Saat ini UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, juga masih dalam proses revisi, artinya ada kemugkinan pemilihan kepala daerah itu dilakukan DPRD bisa saja terjadi jika dewan menyetujui revisi khususnya tentang pemilukada," terangnya.

Pertamina Pastikan CSR akan Lancar jika Operasional Lancar

Keamanan dan kelancaran dalam usaha eksplorasi minyak mentah di area Rambang Kuang Ogan Ilir bagi Pertamina EP Prabumulih Sumatera akan menjadi hitungan tersendiri dalam merealisaikan program Coorporate Social Responsiblity (CSR), bagi daerah tempat oeprasionalnya. Aman dan lancar operasional eksplorasi maka pengucuran CSRdari Pertaminajuga lancar.

Hal ini diungkapkan Kuncoro Kukuh, manager Geologi dan Geofika, mewakili langsung GM Pertamina, kepada wartawan usai menyerahkan program CSRnya ke Kecamatan Rambang Kuang, Kamis (14/6/2012), mengharapkan pemerintah setempat khususnya warga yang berada di sekitar area operasional eksplorasi Pertamina, dapat saling bahu membahu untuk menjaga keamanan dan kelancaran eksplorasi.

Karena, jika terjadi hambatan dan kendala maka banyak sekali kerugian yang dirasakan. Sehingga bantuan dari masyarakat setempat sangat diharapkan.

"Jadi partisifasi masyarakat sangat dibutuhkan karena Pertamina ini juga milik negara untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Bahkan, Kuncoro Kukuh memastikan jika operasional PErtamina aman dan lancar maka program CSR akan semakin lancar pula bagi daerah operasionalnya.

"Pasti, kita akan pastikan program CSR ini terus digulirkan jika operasional kita aman dan lancar," tegasnya.

Hal ini diungkapkan Kuncoro Kukuh terkait masih adanya aksi pencurian minyak mentah dari pipa minyak mentah.

"Kami dari Pertamina tidak bisa menjaga setiap saat aset Pertamina ini karena panjang dan tersebar sehingga perhatian dari masyartakat sangat kami butuhkan," terangnya.

Ia mengaku salah satu wilayah operasionalPertamina ini di OI yakni, di Rambang Kuang dan juga di Muba dan Banyuasin. Semua daerah yang ada eksplorasi tetap diberikan CSR.

"Selama ini yang kita berikan dalam bentuk CSR seperti infrastrtuktur jalan, kesehatan dan pendidikan," paparnya.

Kuncoro menyebutkan, penyerahan CSR yang baru saja disampaikan ke Pemkab OI melalui Kecamatan Rambang Kuang, berupa CSR bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan.Kemudian, lanjutnya ada dua program CSR lagi yang sedang dikerjakan untuk Kecamatan Rambang Kuang yakni, pembangunan SMA Rambang Kuang dan Pelatiohan ketrampilan menganyam rotan bagi para pengusaha kecil rotan di Rambang Kuang.

Sementara Asisten I Setdakab OI, Hj Nina mengaku, sangat berterimakasih kepada Pertamina yang selama ini selalu menyerahkan CSRnya kepada Pemkab OI.

"Kita akui, CSR dari Pertamina ini sangat membantu Pemkab OI membangun daerah khususnya di area operasionalnya seperti di Rambang Kuang ini," ungkap Nina.

Ia menyebutkan Bupati OI H Mawardi Yahya tidak bisa hadir dalam acara penerimaan program CSR ini karena sedang berada di luar daerah. "Pak Bupati menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pertamina dan meminta maaf karena tidak bisa hadir langsung," ungkap Nina. "Kita berharap program CSR ini terus digulirkan untuk OI bahkan ditingkatkan lagi," harapnya.

Penulis : Tarso
Editor : Hendra Kusuma | SRIPOKU.COM

Tambal Sulam Jalan Palembang-Indralaya Jadi Bisnis Tahunan


Perbaikan jalan lintas, khususnya ruas Palembang-Indralaya dengan cara tambal sulam menjadi bisnis tahunan bagi kontraktor. Setiap tahun jalan yang rusak digali lalu ditambal kembali.

Pengamatan Sripoku.com, Rabu (20/6/2012), program perbaikan jalan dengan istilah tambal sulam ini banyak merugikan masyarakat pengguna jalan. Kerugian dapat terjadi misalnya jalan jadi macet saat petugas melakukan pengerukan begitu juga ketika pekerja menambalnya.

Belum lagi akibat dari adanya galain jalan yang dibiarkan lama terlantar hingga berminggu-minggu menyebabkan kecelakaan kecil. Padahal jika pekerjaan diakukan dengan benar tidak akan terjadi hal-hal seperti macet dan kecelakaan.

Junaidi, warga yang tinggal di Indralaya menduga kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan tersebut tidak profesional dan tidak memiliki alat yang lengkap. Semestinya, setelah digali langsung ditambal supaya tidak macet dua kali di tempat yang sama.

"Kalau sekarang ini saat gali jalan macet, kemudian waktu ditampal jalan macet lagi, mengapa tidak sekaligus saja dikerjakan," tanya Jun.

Ia menuding kontraktor perbaikan jalan tidak memiliki alat yang lengkap sehingga proses perbaikan jalan jadi masalah karena selalu macet. "Belum lagi lamanya galian dibiarkan membuat tidak nyaman bahkan sering terjadi kecelakaan kecil," ungkapnya.

Ia menegaskan, berdasarkan aturan jalan yang digali tidak boleh dibiarkan lama karena membahayakan jiwa pemakai jalan.

Sementara dari pantauan, kondisi galian jalan mulai dari Terminal Karya Jaya sampai Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan sudah lama dibiarkan dan sangat mengganggu. Galian dengan kedalaman 5 hingga 15 cm memanjang dan tidak beraturan sulit dihindari bahkan jika tidak hati-hati bisa tabrakan.

Galian tersebut sudah seminggu dibiarkan dan belum ditampal. Selain itu jalan yang ditampal itu terlihat sekali kurang aspalnya. Sangat kontras dengan jalan aslinya. Seharusnya yang ditampal lebih kuat supaya tidak cepat rusak.

"Makanya jalan yang ditampal tahun kemarin, tahun ini digali lagi dan ditampal lagi jadi kondisi jalan tambah jelek tidak rata," kata Adi warga Persada Indralaya.

Kasat Lantas Polres OI, AKP Wawan Andi Susanto kepada Sripoku.com mengaku sudah pernah memanggil kontraktor pekerjaan tampal sulam jalan tersebut. Polres meminta kepada kontraktor supaya tidak membiarkan galain terlalu lama dan melengkapi rambu pengamanan saat sedang dilakukan pekerjaan.

Penulis : Tarso
Editor : Soegeng Haryadi