Berita Terkini :
Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

TNI Buka Lowongan untuk Jadi Perwira

TNI Buka Lowongan untuk Jadi Perwira
PALKOMINFO, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia lulusan perguruan tinggi untuk bergabung menjadi perwira TNI, melalui Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI. Sarjana yang dibutuhkan sebanyak 128 orang, terdiri dari 109 laki-laki dan 19 perempuan.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Pusat Penerangan TNI, Selasa (28/8/2012), disebutkan, pendaftaran dibuka sampai 30 September mendatang. Materi seleksinya meliputi dokumen keadministrasian kesarjanaannya, kesamaptaan jasmani, psikologi, dan mental ideologi.

Secara rinci, persyaratan yang diperlakukan adalah sebagai berikut:  WNI, bukan prajurit TNI/Polri/PNS, usia maksimal 26 tahun (S1) dan 30 tahun (D3), belum menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama, kecuali untuk pendaftar berprofesi dokter diperbolehkan sudah menikah. Tinggi badan minimal 163 cm bagi pria dan 157 cm untuk wanita.


Editor : Sudarwan
Sumber : Kompas.com

Irsan Galigo Berstatus Pelaku Dugaan Korupsi

WATAMPONE - Pihak Kepolisian Resort Bone meningkatkan status oknum DPRD Sulsel Andi Irsan M Idris Galiho dari saksi menjadi pelaku yang terlibat dalam dugaan tindak korupsi proyek pemkab setempat berupa perbaikan lahan dan jaringan irigasi bantuan islamic develpoment tahun 2007 bernilai pagu Rp 4 miliar.

Hal ini diungkapkan Humas Polres Bone AKP Abdul Muin, Jumat (29/6/2012). "Andi Irsan dinyatakan sebagai pelaku namun belum tersangka. Dari laporan yang ada menjadi pelapor pada kasusnya, " ungkap perwira berpangkat tiga balok tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/6/2012.

Ditambahkan, proyek itu tidak dapat diselesaikan sesuai kontrak karena dana digunakan untuk pembelian bahan pembangunan trotoar di Jl Ahmad Yani, Watampone. Selain itu, kuasa hukum direktur PT Bumikom Said Asegaf memberikan uang sebesar Rp 1,7 miliar kepada Andi Irsan.

"Kasus masih berlanjut sementara Andi Irsan akan diperiksa namun belum dijadwalkan," ungkapnya.(*)

Penulis : Mahyuddin
Editor : Ridwan Putra

Alex Noerdin Bernostalgia dengan Warga Muba di Jakarta

PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Sabtu (2/6/2012), bertemu dan bernostalgia bersama warga Musi Banyuasin (Muba) yang tinggal di Jakarta. Pertemuan ini difasilitasi Ikatan Keluarga Muba (Ikamuba) bertempat di GSG Senayan Jakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut ribuan masyarakat Muba yang berdomisili DKI, beserta para tokoh dan putra Muba berkedudukan penting di ibukota.

Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan, forum ini dimaksudkan untuk semakin mempererat hubungan keluarga antar sesama keturunan asli Muba. Momen ini juga dianggap penting mengingat hajat putra daerah Sumsel yang akan berjuang menuju DKI 1, Alex Noerdin.

"Saya atas nama pribadi dan masyarakat Muba sangat bangga ada putra daerah Bumi Sriwijaya yang berani bertarung pada level nasional. Karenaya layak kita dukung sebagai sesama putra daerah," ujar Pahri seraya mengajak sekitar 800 KK masyarakat asli Muba yang terdata tinggal di Jakarta.

Bernostalgia
Menanggapi apresiasi dan dukungan warga Muba, membuat haru Alex Noerdian. Ia pun bernostalgia dengan membuka kembali sejarah masa lalu di masa kejayaannya saat masih memimpin. Kabupaten Muba.

Alex menceritakan, pada masa ia menjabat Sekda, Muba sempat mengalami masa sulit. Infrastruktur masih kurang, Adipura tidak pernah didapat, bahkan Muba pernah akan diganti menjadi Musi Ilir (Milir).

"Saat itu kita usul ke Kemendagri agar nama kabupaten kita tetap Muba. Kalau Milir agak rasanya tidak keren.

Ia mengatakan, setelah dipercaya memimpin Muba barulah Adipura diraih tiga kali berturut-turut. "Bahkan pada saat memutuskan maju ke Sumsel 1 tahun 2008, yang paling saya risaukan adalah bukan melawan incumbentnya tetapi apakah muba bisa tetap jadi yang terdepan. Untungnya saya dulu tidak salah pilih. Pahri memang pilihan tepat, sebab adipura sudah 3 kali berturut. Jadi saya tidak risau lagi," tandasnya.

Alex meyakini Muba memiliki seluruh persyaratan untuk jadi kabupaten termaju di Indonesia. Karena itu ia mengharapkan Bupati Muba saat ini terus mengembangkan Bumi Serasan Sekate itu agar semakin terdepan.

Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, pada kesempatan itu Alex menyampaikan permintaan dukungan kepada seluruh warga Muba di Jakarta. Menurutnya meski hasil survei saat ini pasangan Alex-Nono di posisi tiga, namun tren dua calon di atasnya mengalami penurunan. Bahkan ia optimis dalam dua minggu kedepan, puncak klasemen sementara menjadi miliknya.

"Ini sama dengan SFC. Sekarang kita posisi atas terpaut 12 poin dari Persipura. Dan saya bilang ke Foke, walaupun tidak di Jakarta kami menang 18 poin dibanding Persija. Mungkin bang Foke merengut," seloroh Alex.

Alex membanggakan Sumsel yang berhasil menyelesaikan e-KTP tercepat di Indonesia dan dapat penghargaan 16 April lalu. Jakarta saja belun selesai sampai sekarang, kata Alex. Padahal luas wilayah Sumsel 19 kali lebih besar dari DKI.

"Jadi dalam beberapa aspek Sumsel lebih baik dari DKI. Saya berani maju karena saya yakin bisa dan mampu menyelesaikan masalah di Jakarta," kata Alex, seraya mengatakan jika menang, sehari setelah dilantik akan langsung me-launching sekolah gratis. Selain itu, dalam tiga tahun ia yakin bisa menjawab permasalahan Jakarta, mulai dari keamanan, banjir, dan kemacetan.

Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Soegeng Haryadi

Tak main-main menghadapi Pemilu, Partai Nasdem Modali Calegnya Rp 5-10 M

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) memang tak main-main menghadapi Pemilu 2014. Partai Nasdem memodali calegnya antara Rp 5-10 miliar untuk memastikan kemenangan di Pemilu 2014.

"Angkanya tergantung dari dapilnya. Kalau dapilnya kecil tentu tidak besar. Tapi kisarannya ya antara Rp 5-10 miliar lah," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Rio menuturkan, Partai Nasdem tak ingin calegnya bermain saat terpilih menjadi anggota DPR kelak. Karena itu Partai Nasdem memilih memodali calegnya, meskipun angkanya jelas tidak sedikit.

"Latar belakangnya kita tidak ingin de javu seperti dulu lagi dimana caleg disuruh perang sendiri di dapilnya. Minimal mereka akan hitung berapa pengeluarannya kemudian menjadi politik transaksional," kata Rio.

Diharapkan kelak anggota DPR dari Nasdem dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dengan lebih tulus. Karena mereka tak mengeluarkan modal sendiri untuk menghadapi pemilu legislatif.

"Harapannya ketika caleg-caleg Nasdem terpilih nanti mereka akan fokus memeprjuangkan kepentingan rakyat secara luas tanpa ternoda, itu yang melatarbelakangi kami untuk membiayai mereka yang punya kemampuan, kapabilitas, agar mereka punya bekal bekerja di dapilnya," tandasnya. | Detik.com

Partai Demokrat Kini dalam Posisi Gawat Darurat

Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, saat ini sudah terbentuk sentimen yang negatif dari publik terhadap Partai berlambang Mercy tersebut. Terutama saat partai ini diketahui tak bisa memenuhi janji kampanyenya.

"Saya kira dalam posisi genting. Pertama, karena secara nasional tingkat persepsi positif publik tentang Demokrat cukup siginifikan, terutama adanya temuan penurunan tingkat persepsi terhadap partai tersebut. Juga adanya beberapa faktor di antaranya dipengaruhi ketidaksesuaian antara janji kampanye Demokrat pada tahun 2009 lalu dengan perilaku partai. Misalnya janji yang mengedepankan politik bersih, adanya komitmen pemberantasan korupsi," ujar Arya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/6/2012).

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya sejumlah kader Demokrat yang terseret kasus korupsi. Mulai dari M Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Munculnya kasus Hambalang dan Wisma Atlet yang juga menyeret sejumlah nama petinggi partai, seperti Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng juga semakin membuat runyam.

"Hal ini yang juga menyebabkan publik kembali memberikan evaluasi terhadap Demokrat," tambah Arya.

Lalu alasan yang kedua, kinerja pemerintahan dinilai menurun. Publik sudah menilai pemerintah tidak bisa melayani masyarakat dengan baik. "Yang pada akhirnya menjadi dasar dilakukannya evaluasi tersebut," jelas Arya.

Sebelumnya, dalam seminggu terakhir sudah terjadi dua kali pertemuan antar kader Partai Demokrat. Pertama, Selasa (12/6) dilaksanakan pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan jajaran pengurus DPP PD dan ketua 33 DPD PD se-Indonesia di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kemudian keesokan harinya, Rabu (13/6) dilangsungkan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator PD sebagai pihak penyelenggaranya. Pertemuan tersebut sebagai upaya tindaklanjut atas situasi terkini yang tengah menimpa Partai Demokrat. | Detik.com

Jokowi Minta Restu dan Dukungan Anggota DPR PDIP

JAKARTA - Calon gubernur Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, menyambangi DPR RI, Jakarta, Jumat (22/6/2012). Kedatangan Jokowi ini untuk meminta dukungan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Memang hari ini kami Fraksi PDIP mengundang Pak Jokowi selaku calon gubernur DKI untuk bisa datang ke pleno Fraksi PDIP, untuk bisa berkoordinasi dan bersinergi menjelang Pilkada. Kenapa kami panggil ke sini? Karena memang sebagai alat partai yang ada di DPR ini, kami berharap semua anggota Fraksi DPR bisa juga membantu pemenangan Pak Jokowi sebagai Gubernur DKI yang ke depan," kata Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani, sebelum rapat konsolidasi Fraksi PDIP dimulai.

Puan mengatakan agar lebih baik permintaan dukungan itu, maka Jokowi akan menyampaikan visi dan misinya selaku calon gubernur DKI Jakarta di hadapan anggota Fraksi PDIP. "Nanti akan kami bantu oleh Fraksi PDIP bersama-sama dengan partai," imbuhnya.

Puan selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP bidang politik dan hubungan antarlembaga mengatakan tetap optimistis Jokowi akan memenangi pemilihan gubernur DKI Jakarta kendati hasil survei menunjukkan dia masih berada di posisi kedua. Ia memastikan jajaran DPP PDIP akan melakukan upaya maksimal agar bisa memenangkan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta 2012-2017 mendatang.

"Memang sampai hari ini kita belum berkampanye secara terbuka, karena pelaksanaan kampanye baru mulai pada 24 Juni. Karena Pak Jokowi juga harus melaksanakan tugas di daerah beliau (sebagai Wali Kota Solo). Memang kami belum maksimal melakukan sosialisasi. Tapi, Insya Allah, kita lihat memang hasil survei itu ada naik turunya. Jadi, kita lihat kami optimis bahwa apa yang kami lakukan akan dapat dukungan dari masyarakat DKI untuk menjadi DKI yang lebih baik," terang putri Megawati Soekarnoputri tersebut.

Sementara itu, Jokowi belum bersedia diminta tanggapannya. "Kan setiap hari sudah ketemu," ujar Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak andalannya.

Pengamat: Kelemahan Terbesar Ical adalah Lumpur Lapindo


JAKARTA--Pengamat Politik Sukardi Rinakit mengungkap, kelemahan terbesar Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical untuk mencalonkan Presiden adalah pada masalah kasus lumpur Lapindo.

"Kelemahan beliau soal Lapindo. Komunikasi politik yang diketahui masyarakat Lapindo dan selalu terkait dengan beliau," kata Sukardi kepada wartawam di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Ical sering disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Pemilik mayoritas saham Lapindo Brantas adalah PT Energi Mega Persada, yang merupakan anak perusahaan Grup Bakrie milik Ical.

Enam tahun lalu, tepatnya 29 Mei 2006, lumpur panas menyembur dari sumur yang tengah ibor Lapindo Brantas di Porong Sidoarjo. Hingga kini, semburan lumpur masih ada, dan telah merendam ribuan rumah, sawah, kebun dan fasilitas publik lainnya.

Masih banyak warga korban luapan lumpur yang melakukan protes kepada Bakrie Group, karena ganti rugi yang belum diterima.
Menurut Sukardi, dalam hal leadership Ical juga menjadi soal. "Di luar Lapindo, Ical tidak memiliki opsi kebijakan yang selama ini harusnya ditawarkan ke publik misal apakah dia pernah bicara beri solusi swasembada pangan, kenaikan harga minyak, dan lainnya," kata dia.

Tindakan konkrit sebagai calon pemimpin juga tidak diperlihatkan Ical. Dia mencontohkan janji Ical depan kader Golkar sebelum terpilih menjadi ketua umum yang akan membangun gedung tinggi buat rumah Golkar.
"Dana abadi buat kader Golkar juga dicatat fungsionaris partai dan belum terealisasi," katanya.
TRIBUNNEWS.COM

Amien Rais Anjurkan Tanwir Memikirkan Persoalan Media Massa




Bandung - Salah satu rangkaian acara Tanwir Muhammadiyah 21-24 Juni 2012 adalah dialog tokoh Muhammadiyah. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (21/06). Dalam acara yang bertempat di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika Bandung itu, Amien Rais bertindak sebagai narasumber yang membahas peran media massa dan percaturan masa depan.

Dalam paparannya, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu memaparkan fakta bahwa dalam kancah global, media massa Islam berada dalam cengkraman asosiasi press sekular. Dampaknya, citra Islam di mata dunia selalu segatif dan horor. Misalnya tuduhan bahwa Islam itu agama anti kemajuan, Islam agama jaman pertengahan, Islam bodoh, Islam agama kekerasan, dan macam-macam lagi. Karena tidak memiliki media massa yang sama kuatnya dengan mereka, maka Islam tak memiliki daya untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan miring tersebut.

Masih menurut Amien Rais, jangankan dalam tubuh Islam yang lebih luas, dalam internal persyarikatan Muhammadiyah pun urusan media massa tak kalah suram. Ia mengakui, selama menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah, betapa sulitnya mengembangkan media massa Islam seperti yang terjadi dalam internal Muhammadiyah.

“Ummat Islam nampaknya kurang menyadari betapa pentingnya, betapa vitalnya, dan begitu asasnya keberadaan media massa sebagai wilayah ke-4 dalam demokrasi. Memang sudah sejak lama umat Islam menyadari bahwa ruang kosong yang harus segera diisi oleh umat Islam adalah media massa. Sayangnya, kesadaran tersebut hanya terbersit dalam angan semata. Sementara dalam tataran kongkritnya nyaris tidak dapat dijumpai,” ujarnya.

Mengingat hal tersebut, Amien Rais mengusulkan beberapa hal supaya pada nantinya menjadi pertimbangan dalam menentukan rekomendasi dalam Tanwir Muhammadiyah kali ini. Pertama, Muhammadiyah harus merasa berdosa (bersalah) karena telah membuat bolong dalam media massa, sehingga bolong itu harus segera ditambal. Kedua, Muhammadiyah harus menyiapkan beasiswa yang besar nilainya untuk menyekolahkan selusin, atau bahkan lebih, kadernya yang faham benar akam media massa. Tujuannya, supaya kader tersebut tumbuh menjadi pilar-pilar media massa Islam di masa yang akan datang.

Ketiga, universitas-universitas Muhammadiyah seperti di Malang, Solo, Yogyakarta, dll, harus melakukan sharing bagaimana mewujudkan media massa yang baik dalam persyarikatan. Keempat, ke depan, Muhammadiyah jangan sampai membiarkan Suara Muhammadiyah menjadi seperti anak yatim.

Dengan demikian, menurut Amien Rais, Muhammadiyah diharapkan menjadi organisasi yang menancapkan pondasi media massa Islam yang kokoh di masa depan. “Sekalipun kondisi media massa Islam sudah jauh ketinggalan, tapi kita harus selalu memiliki harapan dan jangan risau. Namun, untuk mengejar ketertinggalan itu, kita harus memulai dari langkah pertama yang mantap,” pungkasnya.

Editor : Bedjo
Sumber : Sriwijaya Post